unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Choi Min-sik: Saya Suka Cerita yang Membuka Tabir Sifat Manusia

Choi Min-sik: Saya Suka Cerita yang Membuka Tabir Sifat Manusia

Choi Min-sik: Saya Suka Cerita yang Membuka Tabir Sifat Manusia
Ilustrasi: Choi Min-sik: Saya Suka Cerita yang Membuka Tabir Sifat Manusia
A A Ukuran Teks16px

Lintasan tragis plot ini mengingatkan pada mahakarya Choi tahun 2003, "Oldboy."

Seperti Oh Dae-su yang berakhir tragis karena rumor ceroboh, Mun-oh hancur karena komentar tidak bijaksana di masa lalu.

Bertahun-tahun lalu, saat mengunjungi panti asuhan, Kang muda membuat pengakuan putus asa kepada Mun-oh, yang dengan arogan menganggapnya sebagai "cerita sepele."

Penilaian itu menanam benih balas dendam beracun dalam diri bocah itu.

"Saat syuting, 'Oldboy' tidak terlintas di pikiran saya sama sekali," aku Choi.

"Tapi setelah menonton hasil akhirnya, saya sadar keduanya memiliki kesamaan. Pada akhirnya, keduanya adalah cerita tentang kekerasan kata-kata dan tulisan.

in2

Satu kata ceroboh yang diucapkan Mun-oh menjadi luka besar bagi seorang anak kecil. Sebagai balas dendam, anak itu menggunakan tulisan sebagai senjata kekerasan."

Ia merenungkan bobot tema ini di masyarakat saat ini.

"Kita hidup di era di mana kekerasan verbal merajalela. Lebih dari sekadar ketidakpercayaan, itu melahirkan kebencian dan kemarahan.

Saya berharap proyek ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merenungkan konsekuensi karma dari kata-kata yang kita ucapkan dan tulis dalam realitas kita," ujarnya.

>>> Oppo Reno 16 Resmi Meluncur, Bawa AI Snap Key, Kamera 50MP dan Bubble Accessory

Meskipun ia mengakui secara objektif ia tidak akan menyukai orang seperti Mun-oh di kehidupan nyata, ia harus sepenuhnya tenggelam dalam karakter itu dan menjadi pembela terkuatnya.

"Mun-oh sangat ingin menjadi penulis hebat, tetapi karena sifatnya sendiri, ia terus menyiksa dirinya sendiri. Itu membuat saya ingin menjangkau dan membantunya.

Orang yang halus dan canggih itu hebat, tetapi Mun-oh terasa begitu manusiawi. Saya tidak bisa tidak berpikir betapa menyakitkannya keberadaannya," katanya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru