Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir. Dukungan militer Amerika Serikat disebut menjadi faktor utama di balik lonjakan ini.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aliran minyak kini telah melampaui 10 juta barel per hari.
>>> Update Harga HP OPPO Juli 2026: Dari Rp2 Jutaan hingga Rp31 Jutaan
Angka ini merupakan peningkatan signifikan sejak perjanjian gencatan senjata sementara antara Presiden Donald Trump dan Iran.
Lonjakan ini mengejutkan Teheran. Pejabat tersebut mengatakan bahwa Iran kini memiliki kemampuan terbatas untuk menghentikan lalu lintas di koridor strategis tersebut.
Sebelumnya, Iran memanfaatkan posisi tawarnya dengan memblokir Selat Hormuz selama konflik.
Langkah itu mendorong Trump menerima gencatan senjata dan negosiasi karena cadangan minyak mentah AS menipis dan harga energi melonjak.
>>> Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas
Peningkatan lalu lintas ini juga memicu serangan baru di sekitar selat. Namun, pejabat AS menegaskan bahwa dukungan militer tetap berhasil menjaga arus minyak tetap lancar.