unique visitors counter
⌂ Beranda News AS dan China Sulit Sepakati Bentuk Hubungan Masa Depan

AS dan China Sulit Sepakati Bentuk Hubungan Masa Depan

AS dan China Sulit Sepakati Bentuk Hubungan Masa Depan
Ilustrasi: AS dan China Sulit Sepakati Bentuk Hubungan Masa Depan
A A Ukuran Teks16px

China dan Amerika Serikat mungkin telah sepakat untuk membangun hubungan yang "konstruktif" yang ditandai dengan "stabilitas strategis", tetapi perbedaan mendalam membuat bentuk hubungan masa depan tampak tidak pasti, demikian terungkap dalam sebuah forum di Beijing pada Sabtu.

Menjelang kemungkinan kunjungan Presiden Xi Jinping ke AS akhir tahun ini, Sun Yun, direktur program China di lembaga think tank AS Stimson Centre, mengatakan bahwa kunjungan semacam itu biasanya membutuhkan daftar hasil yang jelas.

>>> BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri

"Namun sepengetahuan saya, kedua belah pihak belum mencapai konsensus apa pun tentang paket hasil tersebut," kata Sun dalam Forum Perdamaian Dunia yang diselenggarakan oleh Universitas Tsinghua.

Ia menambahkan, "Kedua pemimpin telah mencapai konsensus untuk membangun hubungan konstruktif dengan stabilitas strategis, tetapi kedua belah pihak tidak memiliki konsensus bersama tentang apa artinya secara tepat."

Perbedaan Prioritas dan Komunikasi Militer

Sun juga menyoroti perbedaan mendasar dalam prioritas, di mana Beijing berfokus pada aspek konstruktif seperti kerja sama, sementara Washington lebih peduli tentang cara mengelola perselisihan.

in2

Bagi AS, isu yang paling penting adalah membangun saluran komunikasi reguler antara militer mereka, tambahnya.

Sun mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan saluran komunikasi di tingkat operasional — terutama antara Komando Pasifik AS dan mitranya di China — untuk memastikan respons cepat terhadap krisis di titik rawan seperti Laut China Selatan atau Selat Taiwan.

Sun juga menyebut rencana kunjungan Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby ke China tahun ini yang terhenti sebagai bukti lebih lanjut dari saluran komunikasi yang tersumbat.

Beijing menahan kunjungan tersebut sebagai protes atas paket senjata senilai $14 miliar untuk Taiwan, menurut Financial Times.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot