Indonesia resmi meneken nota kesepahaman (MoU) untuk proyek ekspor listrik dari energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura.
CEO BPI Danantara Rosan Perkasana Roeslani mengungkapkan hal tersebut di Istana, Senin (6/7/2026).
>>> Menteri Iftitah: Transmigrasi Bukan Sekadar Bertani, Jadi Pusat Ekonomi Baru
MoU ditandatangani oleh Danantara, Keppel Electric, dan Sembcorp yang dimiliki Temasek Holdings.
"Ini adalah proyek jangka panjang dan akan dipastikan ini juga memberikan dampak yang win-win terhadap kedua negara," ujar Rosan.
Dalam skema ini, Danantara bersama pihak swasta akan membangun pembangkit baru dari sumber energi terbarukan.
Pembangkit tersebut akan mengekspor listrik ke Singapura secara langsung.
Rosan menjelaskan bahwa Presiden telah mengamanatkan Danantara untuk bekerja sama dengan dunia usaha dan sektor swasta.
"Ini sudah lama sebenarnya, sudah empat tahun lebih. Untuk supaya kerja sama ini bisa terlaksana," jelas dia.
>>> Bahlil: Transisi LPG ke CNG Hemat Anggaran Rp30 Triliun
Proyek ini diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara dan mendukung transisi energi bersih di kawasan.
