Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menuding kepemimpinan Letexier berat sebelah dan menguntungkan Argentina. Momen lain terjadi ketika Mohamed Salah dijatuhkan pemain Argentina di area kotak penalti.
Letexier memilih tidak mengecek tayangan VAR untuk insiden tersebut, keputusan yang makin memperkuat kekecewaan tim Mesir.
Sebelumnya, ia sudah memimpin laga Pantai Gading melawan Ekuador pada 15 Juni, dan laga Tanjung Verde melawan Arab Saudi pada 27 Juni 2026.
Statistik dan Gaya Kepemimpinan
Data Transfermarkt mencatat Letexier sudah memimpin 156 laga di Ligue 1 dengan 627 kartu kuning, 21 kartu merah, dan 63 penalti.
Hingga pertengahan 2026, total laga profesionalnya menembus 285 pertandingan dengan rata-rata 3,99 kartu kuning dan 0,18 kartu merah tiap laga.
Angka ini menunjukkan pendekatan yang tegas, namun tidak berlebihan dalam mengeluarkan kartu.
Ia juga tercatat pernah mengusir tiga pemain sekaligus dalam satu laga Ligue 2 antara Saint-Étienne dan Le Havre pada Agustus 2022.
Gaya kepemimpinannya kerap memicu perdebatan, terutama soal keputusan penalti dan interpretasi handball.
Kasus paling mencolok terjadi pada Oktober 2022 saat laga Nice melawan Nantes, di mana keputusannya soal dua insiden handball dianggap tidak konsisten.
François Letexier dan Sepak Bola Indonesia
Nama Letexier ternyata tak asing bagi publik sepak bola Tanah Air.
Ia memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 pada 9 Mei 2024, laga yang berakhir kekalahan 0-1 bagi Garuda Muda.
>>> Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Nasabah Bisa Intip SLIK di Aplikasi
Dua keputusan penalti untuk Guinea menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut.