Hal ini mengurangi biaya pengembangan dan kompleksitas teknik. Fitur AI canggih pun menjadi lebih mudah diakses di berbagai segmen harga ponsel.
Komunikasi Agen ke Agen Meningkatkan Otomatisasi
Perkembangan penting lainnya adalah komunikasi Agen ke Agen (A2A).
Alih-alih mengandalkan satu asisten AI, banyak agen AI dapat berkomunikasi satu sama lain, berbagi informasi, mendelegasikan tanggung jawab, dan mengoordinasikan alur kerja.
>>> Apple Jadi Satu-satunya Vendor PC yang Tumbuh di Q2 2026
Pendekatan ini membantu menghilangkan batasan aplikasi tradisional. Layanan yang berbeda dapat bekerja sama dengan lebih mulus.
Hasilnya adalah pengalaman yang lebih mulus.
Pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu mengelola aplikasi secara manual dan lebih banyak waktu membiarkan ponsel menangani tugas rutin.
Kompetisi Ponsel Cerdas Berubah
Counterpoint meyakini industri ponsel memasuki tahap baru di mana eksekusi AI lebih penting daripada fitur AI mandiri atau skor benchmark.
Perangkat masa depan diharapkan bersaing dalam faktor seperti kualitas eksekusi tugas, pemahaman konteks, integrasi ekosistem, otomatisasi cerdas, dan keandalan keseluruhan.
Riset tersebut juga menguraikan dua jalur berbeda menuju agentifikasi. Perusahaan internet kemungkinan akan membangun agen AI di sekitar ekosistem aplikasi mereka yang sudah ada.
Sementara itu, produsen ponsel diperkirakan akan mengintegrasikan agen AI asli sistem langsung ke dalam sistem operasi. Ini memberikan kontrol lebih dalam atas fungsi perangkat dan interaksi lintas aplikasi.
TECNO EllaClaw sebagai Contoh
Counterpoint menunjuk TECNO EllaClaw sebagai contoh bagaimana pendekatan baru ini dapat bekerja dalam praktik.
Dibangun menggunakan kerangka kerja Ella AI, platform OpenClaw sumber terbuka, dan arsitektur Agen ke Agen, EllaClaw mengubah asisten AI tradisional menjadi agen AI yang mampu menyelesaikan tugas di berbagai aplikasi.
