Xiaomi kembali mengguncang industri otomotif global.
Pada 8 Juli 2026, perusahaan teknologi asal Tiongkok itu secara resmi mengumumkan sub-merek otomotif barunya, Sky Nomad, yang didaftarkan sebagai Xiaomi Pengcheng.
>>> DDR4 Lebih Mahal dari DDR5? Ini Alasan di Balik Lonjakan Harga 50%
Berbeda dengan SU7 yang berfokus pada performa tinggi atau YU7 GT yang unggul dalam pengujian otonom, Sky Nomad hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga modern.
Merek ini menawarkan ruang luas, kenyamanan ekstrem, dan kemampuan menempuh jarak sangat jauh tanpa kecemasan baterai.
Kendaraan pertama Sky Nomad adalah N90 SUV.
Xiaomi membuktikan bahwa ambisinya di dunia otomotif bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan strategi jangka panjang untuk menjadi pemain multi-segmen yang serius.
Peluncuran dan Strategi Sky Nomad
Peluncuran Sky Nomad tidak hanya diumumkan lewat siaran pers, tetapi juga melalui kampanye iklan besar-besaran di kota-kota besar Tiongkok.
Xiaomi juga telah membuka akun resmi WeChat khusus Sky Nomad, menandakan komitmen penuh terhadap identitas merek yang terpisah dari lini utama Xiaomi.
Menurut pernyataan resmi, Sky Nomad lahir untuk melayani konsumen yang "hidup di luar batas kota" — keluarga yang sering bepergian jauh, petualang akhir pekan, atau profesional yang harus menjangkau daerah terpencil tanpa infrastruktur pengisian daya memadai.
>>> Sinopsis GoldenEye, Bioskop Trans TV 9 Juli 2026
"SU7 adalah tentang kecepatan. YU7 adalah tentang kontrol.
Sky Nomad adalah tentang kebebasan," demikian dikutip dari narasi internal Xiaomi.
Spesifikasi Utama Sky Nomad N90
Sky Nomad N90 adalah SUV listrik jarak jauh kelas premium dengan dimensi panjang 5,3 meter dan wheelbase 3,1 meter.
Tersedia dalam konfigurasi kursi 5-seater dan 7-seater, dengan desain interior yang fokus pada ruang kabin lega dan penyimpanan modular.
Sistem penggerak yang digunakan adalah Extended-Range EV (EREV). Baterai berkapasitas 70 kWh+ memberikan jarak tempuh listrik murni 500 km.
Generator onboard berupa mesin turbocharged 1,5L tidak menggerakkan roda langsung, melainkan hanya berfungsi sebagai generator listrik saat baterai rendah.
Jarak tempuh total (listrik + bensin) mencapai lebih dari 1.500 km.
>>> Dwayne Johnson Jadi Maui: Kostum 18 Kg dan Inspirasi dari Kakek
Teknologi EREV ini menghilangkan "range anxiety" — masalah utama mobil listrik di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya terbatas seperti Xinjiang, Tibet, atau pedalaman Asia Tenggara.
