Dunia teknologi tengah menghadapi krisis pasokan memori terburuk dalam satu dekade terakhir. Kali ini, bukan hanya segmen premium yang terdampak.
DDR4, standar memori yang masih mendominasi jutaan PC, laptop, dan server, mengalami kenaikan harga lebih dari 50% dalam satu kuartal.
>>> vivo X Fold 6 Siap Go International, Terdaftar di Sertifikasi Indonesia
Bahkan DDR3, teknologi yang seharusnya sudah pensiun, kini lebih mahal per gigabit daripada DDR5.
Laporan dari DigiTimes dan analis industri global mengonfirmasi bahwa lonjakan ini bukan fluktuasi sementara. Ini adalah awal dari tren inflasi komponen berkepanjangan yang diproyeksikan berlangsung hingga 2028.
Bagi konsumen, dampaknya akan terasa pada kenaikan harga PC, laptop, smartphone mid-range, bahkan SSD berbasis DRAM dalam waktu dekat.
Fakta Mengejutkan: DDR3 Kini Lebih Mahal per GB daripada DDR5
Salah satu indikator paling dramatis dari krisis ini adalah inversi harga historis. DDR3 4Gb dibanderol $3,19 per gigabit, sementara DDR5 16Gb hanya $2,94 per gigabit.
Memori lawas kini lebih mahal daripada generasi terbaru.
Ini terjadi karena produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron hampir sepenuhnya menghentikan produksi DDR4 dan DDR3.
Mereka kini fokus pada produk bermargin tinggi: HBM untuk AI, DDR5 untuk data center, dan LPDDR5X untuk smartphone flagship.
>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis Blossoms of Power He Yu dan Meng Ziyi
Akibatnya, pasokan DDR4 dan DDR3 bergantung pada dua pemain Taiwan: Nanya Technology dan Winbond, yang kapasitas produksinya jauh di bawah permintaan global.
Asal-Usul Krisis: Ketika AI Menggerogoti Pasokan Memori Legacy
Krisis ini tidak muncul tiba-tiba. Ia dimulai dari puncak piramida teknologi: ledakan permintaan AI.
Pusat data AI membutuhkan ribuan unit HBM untuk GPU seperti NVIDIA H100 dan Blackwell.
Setiap GPU bisa menggunakan 120–192 GB HBM, dengan margin keuntungan jauh lebih tinggi daripada DDR4 biasa.
Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan lini produksi dari node lama untuk DDR4/DDR3 ke node canggih untuk HBM dan DDR5.
Beberapa pabrik bahkan menutup jalur DDR4 secara permanen.
>>> Produser Anggap Undangan Nikah Taylor Swift Spam, Istri Marah
Di saat pasokan menyusut, permintaan DDR4 justru tidak turun. Banyak perangkat lama masih membutuhkan DDR4, dan pasar server juga belum sepenuhnya beralih ke DDR5.

