unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK TECNO Luncurkan '100 Potret Menjadi' untuk Representasi Adil di Era AI

TECNO Luncurkan '100 Potret Menjadi' untuk Representasi Adil di Era AI

TECNO Luncurkan '100 Potret Menjadi' untuk Representasi Adil di Era AI
Ilustrasi: TECNO Luncurkan '100 Potret Menjadi' untuk Representasi Adil di Era AI
A A Ukuran Teks16px

TECNO bermitra dengan seniman visual Brasil-Spanyol Angélica Dass untuk meluncurkan '100 Portraits of Becoming', sebuah inisiatif global yang merayakan identitas manusia dan mendorong representasi yang adil di era kecerdasan buatan.

Proyek ini resmi diluncurkan pada 4 Juli 2026 di Nairobi, Kenya, dan akan berlangsung selama dua tahun di Kenya, Filipina, Arab Saudi, Turki, dan Brasil.

>>> Tecno dan Seniman Angélica Dass Luncurkan Inisiatif 100 Potret Menjadi Diri Sendiri

Arsip Digital yang Hidup

Inisiatif ini bertujuan menciptakan arsip digital yang hidup berisi 100 potret dan kisah pribadi dari orang-orang dengan latar belakang, budaya, profesi, dan pengalaman hidup yang berbeda.

Melalui kombinasi fotografi, penceritaan, dan teknologi pencitraan berbasis AI, TECNO berharap mendorong percakapan yang lebih luas tentang identitas, martabat, dan representasi.

Mengatasi Bias AI

Kekhawatiran tentang representasi manusia dalam pencitraan AI semakin meningkat. Sistem AI sering dikritik karena mendukung standar kecantikan sempit atau mereproduksi warna kulit tertentu secara tidak akurat.

in2

Melalui proyek ini, TECNO ingin menunjukkan bahwa teknologi harus membantu orang dilihat secara jujur, bukan dimasukkan ke dalam kategori yang sudah ditentukan.

Manajer Umum TECNO Jack Guo mengatakan setiap gambar berkontribusi membentuk persepsi publik, sehingga representasi yang adil semakin penting di era AI.

Proyek ini dirancang untuk mengurangi bias, menantang stereotip, dan mendorong pemahaman yang lebih besar antarmanusia.

Cara Berpartisipasi

Peserta dapat mendaftar melalui situs web global khusus sebelum mengikuti proyek. Setiap potret diambil dalam cahaya alami tanpa filter kecantikan, dan peserta bebas memilih pakaian sendiri.

Bersama potret, peserta berbagi kisah pribadi tentang perjalanan hidup, pengaruh budaya, pengalaman pertumbuhan, dan momen yang membentuk identitas mereka.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot