Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (10/7/2026), didorong oleh kebangkitan saham-saham raksasa produsen chip.
Indeks Nasdaq 100 naik 1,6%, sementara indeks saham semikonduktor melonjak 3,1%.
>>> Kemenkeu: KPK Temui Purbaya Bahas Tambahan Anggaran 2026
Kenaikan ini terjadi di tengah turunnya harga minyak, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Para pelaku pasar tampaknya mengabaikan risiko geopolitik tersebut.
Investasi Besar Micron dan Oversubscribed SK Hynix
Micron Technology Inc. berencana meningkatkan investasi pembangunan pabrik baru di AS menjadi US$250 miliar untuk memenuhi lonjakan permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, pencatatan saham SK Hynix Inc. di AS dilaporkan mengalami kelebihan permintaan lebih dari tujuh kali lipat.
Hal ini menegaskan kuatnya minat investor terhadap produsen chip asal Korea Selatan tersebut.
>>> Bahlil Klarifikasi Pernyataan Tinjau RKAB Jika Tolak B50: Hanya Candaan
Pergerakan liar saham teknologi dalam beberapa pekan terakhir membuat investor mencari konfirmasi baru atas prospek investasi AI.
Meskipun saham semikonduktor baru membukukan kuartal terbaik sepanjang sejarah, keraguan muncul terkait persaingan ketat, potensi kelebihan kapasitas, dan imbal hasil investasi.
Geopolitik Terkendali
Ketegangan AS-Iran meningkat dengan saling serangan udara. Namun, pasar memandang eskalasi ini masih terkendali.
>>> Jadwal Perilisan iPhone Lipat 'Ultra' Tetap September 2026
Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co. mengatakan bahwa perekonomian global masih mampu menyerap dampak dari ketegangan tersebut.
