Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Sebuah gol penting dianulir dalam laga babak 16 besar antara Argentina dan Mesir, memicu gelombang protes global.
Striker Mesir, Mostafa Ziko, berhasil mencetak gol di menit awal babak kedua. Namun, wasit François Letexier menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR.
>>> Godox C100: Kamera Compact Mirip iPod dengan Layar Transparan Unik
Alasan anulir adalah pelanggaran oleh pemain Mesir sekitar 15 detik sebelum gol, dalam fase serangan yang dimulai jauh dari kotak penalti.
Menurut aturan FIFA, VAR berwenang meninjau seluruh rangkaian peristiwa yang mengarah ke gol.
Namun, definisi 'fase serangan' tidak eksplisit, sehingga interpretasi wasit menjadi subjektif. Keputusan ini dianggap merugikan Mesir yang sedang unggul.
>>> Grok 4.5 vs Claude Opus 4.7: AI Baru Elon Musk Klaim 2x Lebih Hemat!
Meski Ziko akhirnya mencetak gol lagi, Argentina bangkit dan menang 3-2. Egyptian Football Association (EFA) langsung mengajukan protes resmi ke FIFA.
EFA mempertanyakan konsistensi penerapan VAR, kualifikasi wasit, dan definisi operasional 'fase serangan' yang dianggap terlalu luas.
>>> Redmi Note 17 Pro Resmi: Baterai 9.000mAh dan Garansi 5 Tahun
Kontroversi ini kembali memicu perdebatan tentang sejauh mana teknologi boleh mengintervensi sepak bola.
