Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud melakukan silaturahmi kepada ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi Dimyathi, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu menjadi ajang bertukar pandangan mengenai masa depan Nahdlatul Ulama (NU) dan peran strategisnya dalam menjaga persatuan bangsa.
>>> Singapura Kucurkan BLT Rp19,58 Triliun untuk 1,5 Juta Warga
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya NU memperkuat jati diri sebagai organisasi keagamaan yang mengayomi umat dan menjadi perekat kebangsaan.
NU diharapkan mampu menjadi "kereta besar" yang membawa gerbong-gerbong perdamaian, merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
KH Marsudi Syuhud menegaskan bahwa di tengah tantangan sosial, politik, dan global, NU memiliki tanggung jawab moral menghadirkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Semangat persatuan, moderasi, dan dakwah yang menyejukkan harus tetap menjadi pijakan utama organisasi.
>>> Uni Eropa Peringatkan Diversifikasi dari China Butuh Dana Besar
Selain itu, pertemuan juga menyoroti pentingnya mengembalikan NU kepada khittahnya sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah yang fokus pada dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan pelayanan sosial.
Dengan kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan para muassis, NU diyakini akan semakin kuat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Abuya Muhtadi Dimyathi, pengasuh pesantren berpengaruh di Banten, menyambut hangat kedatangan KH Marsudi Syuhud.
>>> Cara Daftarkan Anak Keempat dan Mertua Jadi Tanggungan JKN Pekerja
Silaturahmi para ulama seperti ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan nasihat, kebijaksanaan, dan persatuan umat di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
