Pasukan Amerika Serikat kembali menyerang Iran untuk ketiga kalinya dalam sepekan terakhir. Serangan itu memicu respons balasan dari Teheran yang menutup Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Pada Minggu pagi, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke setidaknya lima sekutu AS di Timur Tengah. Negara-negara yang menjadi sasaran termasuk Kuwait, Yordania, dan Qatar.
>>> Arya Yudha Pratama, Vokalis Rockafada Tersangka Kekerasan Seksual Anak Tiri
Sejauh ini, hanya kerusakan kecil yang dilaporkan dan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
Serangan AS Targetkan Kemampuan Iran
Komando Pusat AS menyatakan Presiden Donald Trump memerintahkan serangan baru yang menargetkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal komersial.
Langkah ini diambil setelah pasukan Iran menyerang kapal kontainer berbendera Siprus.
>>> Muhammad Farhan Sakit Saat Dinas di Balai Kota, Dilarikan ke Rumah Sakit
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di sejumlah titik di pantai selatan negara itu.
Lokasi terdampak meliputi pusat energi dan petrokimia Bushehr dan Asalouyeh, kota pelabuhan Bandar Abbas dan Bandar-e Dayyer, serta daerah Sirik di dekat Selat Hormuz.
>>> Koperasi Desa Merah Putih Kini Bisa Kelola Minyak, Tambang, CPO, dan PLTS
Selat Hormuz merupakan jalur energi global yang sangat penting. Penutupan selat ini dapat mengganggu pasokan minyak dunia.

