Murid TK dan SD dianggap belum bisa menilai kondisi diri sendiri secara objektif.
Oleh karena itu, orang tua berperan sebagai pengamat utama yang mengenali sikap anak di rumah dan sekolah.
Berikut rincian jumlah pernyataan dan estimasi waktu: TK (17 pernyataan, ±10 menit), SD (17 pernyataan, ±10 menit), SMP (beberapa instrumen, ±20 menit), SMA/SMK (beberapa instrumen, ±20 menit).
Semua pengisian dilakukan secara daring melalui portal resmi Kemendikdasmen.
Persiapan Sebelum Mengisi Tes
Dua data wajib yang harus disiapkan adalah kode unik tes dari sekolah dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) murid.
Tanpa kedua data ini, sistem tidak dapat memverifikasi identitas dan proses tes tidak bisa dilanjutkan.
Kode unik biasanya dibagikan kepala sekolah atau operator melalui grup WhatsApp kelas atau papan pengumuman.
Jika belum menerima, segera hubungi wali kelas atau operator sekolah sebelum jadwal pengisian ditutup.
>>> Danantara Diminta Buka Ruang Swasta di Proyek Ekspor Listrik EBT
Bagi murid baru yang belum memiliki NISN resmi, tidak perlu khawatir. Mereka dapat menggunakan kode standar 1234567890, dan sistem tetap memproses data selama kode unik dari sekolah benar.
Pastikan juga koneksi internet stabil dan perangkat seperti ponsel atau laptop siap digunakan. Proses pengisian sepenuhnya daring melalui Google Form yang terhubung ke portal resmi.
Langkah-Langkah Mengerjakan Tes
Cara mengerjakan tes dan survei MPLS Ramah 2026 dilakukan melalui portal resmi karakter. data.
kemendikdasmen. go.
id.
Masukkan kode unik dan NISN murid, lalu sistem akan mengarahkan ke halaman Google Form untuk menjawab seluruh instrumen.
Berikut langkah-langkahnya: Buka laman resmi karakter. data.
kemendikdasmen. go.
id/mpls melalui browser. Masukkan kode unik tes pada kolom yang tersedia.
