Di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan penguatan rupiah yang belum solid, mayoritas yield Surat Berharga Negara (SBN) bergerak turun pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, penurunan yield terjadi pada tenor 1-7 tahun, berkisar antara 0,7 hingga 1,4 basis poin (bps).
>>> Icad The Kerupuk Dibebaskan Polisi: Profil, Kronologi Penangkapan
Yield tenor 1 tahun turun 0,7 bps menjadi 7,04%, sementara tenor 2 dan 3 tahun masing-masing turun 2 bps menjadi 7,17% dan 7,18%.
Penurunan ini mengindikasikan investor masih membeli obligasi tenor pendek hingga menengah.
>>> Tecno Pova 8 5G Resmi di Indonesia, Baterai 8000 mAh Mulai Rp3 Jutaan
Segmen tersebut biasanya menjadi favorit investor domestik seperti perbankan dan manajer investasi karena menawarkan keseimbangan antara durasi dan imbal hasil.
Namun, yield tenor likuid 5 tahun dan tenor acuan 10 tahun justru naik meski tidak signifikan.
>>> Stok Pertalite Rata-rata 15 Hari, Penyaluran Naik 104%
Yield tenor 5 tahun naik 0,7% ke 7,21%, dan tenor 10 tahun naik 0,8% menjadi 7,26%.
