unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Gaji Komcad 2026: Segini Nominal Terbaru yang Cair untuk ASN dan Warga Sipil
News

Gaji Komcad 2026: Segini Nominal Terbaru yang Cair untuk ASN dan Warga Sipil

Ilustrasi gaji Komponen Cadangan 2026 untuk ASN dan warga sipil
Gaji Komcad 2026: Segini Nominal Terbaru yang Cair untuk ASN dan Warga Sipil
A A Ukuran Teks16px

Pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) tahun 2026 telah resmi dibuka. Banyak calon peserta bertanya-tanya apakah mengikuti latihan militer ini memberikan imbalan finansial.

Berdasarkan regulasi Kementerian Pertahanan dan Kementerian PANRB, nominal gaji komcad berbeda antara peserta sipil, ASN, dan program SPPI.

Perbedaan ini penting dipahami agar calon peserta dapat menghitung kesesuaian dengan kondisi keuangan masing-masing.

Besaran Gaji Komcad 2026

Gaji komcad mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.

Kisarannya mulai Rp1,9 juta hingga Rp7,3 juta per bulan, tergantung golongan dan masa kerja.

Ketentuan ini berlaku khusus untuk komcad berstatus ASN PPPK, seperti pada program SPPI. Golongan ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan dan penempatan tugas, bukan lama latihan dasar militer.

Berikut rincian gaji pokok berdasarkan golongan: Golongan I Rp1.938.500 (terendah) hingga Rp2.900.900 (tertinggi), Golongan V Rp2.511.500–Rp4.189.900, Golongan IX Rp3.203.600–Rp5.261.500, Golongan XIII Rp3.781.000–Rp6.209.800, dan Golongan XVII Rp4.462.500–Rp7.329.900.

Masa kerja juga memengaruhi posisi dalam rentang golongan. Dua orang dengan golongan sama bisa menerima nominal berbeda karena faktor ini.

Uang Saku Latihan Dasar Militer

Selama Latihan Dasar Militer (latsarmil), peserta komcad sipil menerima uang saku sekitar Rp1,8 juta per bulan di luar gaji pokok.

Nominal ini belum termasuk fasilitas perlengkapan lapangan dan jaminan kesehatan.

Untuk komcad ASN, situasinya berbeda.

Mereka tetap menerima gaji pokok dan tunjangan kedinasan penuh dari instansi asal, ditambah uang saku khusus selama 45 hari latsarmil.

Pada program Komcad SPPI, uang saku selama pendidikan dasar militer disetarakan dengan gaji pokok TNI aktif sesuai pangkat.

Pangkat Letda (lulusan S1/D4/D3) sekitar Rp2.954.200 per bulan, Serda (lulusan SMA) sekitar Rp2.272.100 per bulan, dan Prada (lulusan SMP) sekitar Rp1.774.900 per bulan.

Setelah pendidikan selesai dan resmi diangkat sebagai PPPK, gaji pokok sesuai golongan mulai dibayarkan penuh.

Tunjangan Anggota Komcad

Anggota komcad berhak atas beberapa tunjangan di luar gaji pokok, sesuai Pasal 42 UU Nomor 23 Tahun 2019.

Tunjangan tersebut meliputi uang saku selama latihan dan mobilisasi, perlengkapan perseorangan lapangan, rawatan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, serta penghargaan masa pengabdian.

Bagi yang berstatus PPPK, ada tunjangan kinerja tambahan estimasi Rp3,3 juta hingga Rp7 juta per bulan tergantung kelas jabatan.

Khusus ASN, terdapat bobot 300 jam pelajaran untuk pengembangan kompetensi tahunan yang membantu memenuhi target Indeks Profesionalitas ASN.

Perbedaan Gaji Komcad ASN dan Sipil

Perbedaan utama terletak pada sumber penghasilan selama latsarmil.

Komcad ASN tetap menerima gaji dan tunjangan kedinasan penuh dari instansi asal, sedangkan komcad sipil hanya mengandalkan uang saku dan tunjangan dari Kemhan.

ASN yang ikut komcad justru mendapat penghasilan ganda selama pelatihan. Sementara peserta sipil harus siap dengan penghasilan lebih terbatas selama 45 hari latsarmil.

Perbedaan Gaji Komcad SPPI dan Reguler

Komcad SPPI memiliki struktur gaji paling kompleks karena berstatus PPPK penuh di Badan Gizi Nasional setelah lulus pendidikan.

Sementara komcad reguler hanya menerima uang saku selama latihan tanpa ikatan pekerjaan tetap.

Komcad SPPI menjalani pendidikan lebih panjang, sekitar tiga bulan, sebelum diangkat dan menerima gaji pokok sesuai golongan PPPK.

Setelah diangkat, gabungan gaji pokok dan tunjangan kinerja bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru