unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Review Film: The Odyssey, Christopher Nolan Sukses Modernisasi Epos Kuno

Review Film: The Odyssey, Christopher Nolan Sukses Modernisasi Epos Kuno

Review Film: The Odyssey, Christopher Nolan Sukses Modernisasi Epos Kuno
Ilustrasi: Review Film: The Odyssey, Christopher Nolan Sukses Modernisasi Epos Kuno
A A Ukuran Teks16px

Bahkan line Odysseus saat menyamar kepada anaknya, Telemachus, terasa lebih berbobot emosinya dibanding dengan Penelope.

Matt Damon tampil solid sebagai prajurit Yunani Kuno, tetapi ia tidak ditempatkan pada posisi megah di pertarungan pamungkas.

>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis Drama Korea The East Palace

Adegan puncak melawan puluhan orang adalah kesempatan tepat menunjukkan keperkasaan Odysseus, namun Nolan seolah lupa bahwa manusia bisa menjadi 'dewa' atau 'iblis' saat berjuang untuk hal yang dicintai.

Penampilan Para Aktor

Tom Holland sukses membawakan Telemachus. Ia paling cocok dengan karakter anak penguasa yang tumbuh fatherless dan harus membuktikan dirinya layak menggantikan ayahnya.

Holland membawakan kesan hangat dan polos, terutama interaksinya dengan Hathaway yang terasa seperti ibu dan anak sungguhan.

Robert Pattinson sebagai Antinous mulus menjadi sosok antagonis berkarisma dan intimidatif tanpa berakting berlebihan.

Zendaya sebagai Athena mendapat catatan. Nolan ingin memberikan jembatan logis terkait luka batin Odysseus, tetapi justru menimbulkan pertanyaan baru akan identitas Athena.

Kemegahan Visual dan Efek Praktis

Christopher Nolan yang dikenal dengan imajinasi 'logis' juga membuktikan memiliki fantasi liar dalam menggambarkan Circe, monster, hingga momen thrilling.

Keahlian teknis Nolan dalam The Odyssey tak perlu diragukan. Ia masih mempertahankan kemahirannya menyajikan pengalaman sinematik di layar lebar.

Film menggunakan kamera IMAX 70 mm yang gambarnya baru muncul utuh di 40 lokasi di dunia, bukan di Indonesia.

Meski begitu, kemegahan The Odyssey tetap terasa.

Tim desain produksi, efek, kostum, tata rias, konduktor musik Ludwig Göransson, dan sinematografer Hoyte van Hoytema sukses mewujudkan visi naskah Nolan.

Kesetiaan Nolan pada efek praktis menjadi nilai tambah. Banyak adegan terasa memiliki bobot fisik nyata karena mengandalkan lokasi sungguhan dan pencahayaan alami.

Hasilnya, dunia The Odyssey terasa lebih hidup dan membumi meski dipenuhi unsur mitologi.

Kesimpulan

The Odyssey menjadi bukti baru bahwa kisah dari peradaban masa lalu masih bisa disajikan dengan cara modern dan dapat dikonsumsi masyarakat kiwari.

>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis The Apartment Job, Drakor Baru Ji Sung

Pertanyaan berikutnya adalah apakah hanya Christopher Nolan yang mampu membawakan kemegahan sekaligus tragedi epos masa lalu, atau akan ada Nolan-Nolan berikutnya.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot