Kasus dugaan kaburnya peserta tur asal Madiun, Femas Yani Arianto, saat berada di Korea Selatan masih menjadi sorotan.
Peristiwa ini viral setelah diunggah di akun Threads @sarjanabackpacker pada Kamis, 16 Juli 2026.
>>> Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Sapu Bersih Fase Grup dan Lolos ke Semifinal
Dalam unggahan tersebut, penyelenggara tur mengungkapkan bahwa Femas diduga sengaja memisahkan diri dari rombongan. Tindakan itu dinilai tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berpotensi merugikan calon peserta lain.
Kronologi Dugaan Kaburnya Femas
Selama perjalanan, tidak ada gelagat mencurigakan dari Femas. Tour Leader bahkan selalu mendampinginya, mulai dari menginap satu kamar hingga makan bersama.
Namun, situasi berubah saat Femas pamit untuk melihat sepatu di kawasan Myeongdong, Seoul. Setelah itu, ia tidak pernah kembali ke hotel dan tidak merespons panggilan telepon.
>>> Klasemen SEA V Cup 2026: Indonesia Kokoh di Puncak Grup A Jelang Semifinal
Upaya Pencarian dan Ancaman Denda
Pihak travel segera melakukan pencarian selama beberapa hari dan melaporkan kejadian ini ke polisi Korea Selatan.
Mereka juga menyebut bahwa tindakan Femas bisa menyebabkan denda hingga Rp125 juta karena melanggar aturan imigrasi.
>>> Jadwal Semifinal SEA V Cup 2026: Indonesia vs Vietnam Sabtu Ini
Hingga saat ini, keberadaan Femas belum diketahui. Kasus ini menjadi peringatan bagi peserta tur lainnya untuk mematuhi aturan selama perjalanan.
