Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang meluncurkan program budaya sekolah aman dan nyaman. Program ini mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan digital.
Sekretaris Disdik Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan program ini digagas untuk merespons kasus perundungan di dunia pendidikan.
>>> Pertalite di Sumatra Langka, ESDM Janji Percepat Alur Distribusi
Ia mencontohkan insiden di MAN 3 Padang, di mana korban bullying melampiaskan kemarahan dengan merakit bom.
Program pencegahan perundungan diterapkan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BASN).
Agus menjelaskan bahwa suasana aman dibangun dari nilai dan kebiasaan bersama yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi.
>>> Febrie Adriansyah dan Don Ritto Jadi Tersangka TPPU Asabri
Peran Guru dan Orang Tua
Agus menegaskan bahwa pencegahan bullying membutuhkan pengawasan dari wali kelas, kepala sekolah, guru BK, dan orang tua.
Mereka harus menjadi bagian dari sistem deteksi dini melalui pembinaan, pendampingan, dan konseling, bukan stigma atau penghakiman.
>>> Kasus Femas Diduga Kabur di Korea Selatan, Travel Sebut Terancam Denda Rp125 Juta
Pengawasan media sosial juga penting agar anak terhindar dari konten kekerasan. Agus menekankan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai benteng terkuat melindungi anak dari pengaruh negatif digital.

