Femas Yani Arianto menjadi sorotan setelah diduga memisahkan diri dari rombongan wisata saat mengikuti perjalanan ke Korea Selatan bersama agensi travel Berani Backpacker.
Pemilik Berani Backpacker, Dhani, mengungkapkan bahwa Femas diduga meninggalkan rombongan sejak hari pertama perjalanan di Korea Selatan.
>>> Skullcandy Crusher 1080 ANC 2026: Headphone Bass Terasa dengan Teknologi Bose
Sejak saat itu, pihak travel mengaku tidak dapat lagi berkomunikasi dengan Femas. Ia tidak memberikan kabar kepada tour leader maupun tour guide yang mendampingi rombongan.
Hilangnya peserta tersebut membuat pihak travel segera melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dhani menjelaskan bahwa selama proses pendaftaran, tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari Femas.
>>> Ranking FIFA 2026: Argentina, Spanyol, dan Prancis Berebut Puncak Jelang Final Piala Dunia
Ia bahkan sempat berbincang langsung dengan Femas saat administrasi di kantor Berani Backpacker di Sidoarjo, Jawa Timur.
Akibat peristiwa ini, Berani Backpacker menghadapi konsekuensi serius dari otoritas Korea Selatan. Salah satu sanksi yang harus ditanggung adalah denda yang tidak sedikit.
"Kami travel dikenakan denda Rp125 juta. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea," ujar Dhani.
>>> Purbaya Buka Suara Soal Permintaan Tambahan Anggaran IKN Rp 2,7 T
Dhani menambahkan bahwa konsekuensi tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada peserta lain yang mengikuti perjalanan secara resmi.
