Film terbaru aktor dan sutradara asal China, Stephen Chow, berjudul "Kung Fu Soccer" menuai kontroversi karena penggambaran tim sepak bola wanita Korea yang dinilai menghina.
Kritik datang dari profesor Sungshin Women's University, Seo Kyoung-duk, yang menyebut film itu melewati batas antara fiksi dan penghinaan.
>>> Roblox Rilis Fitur Build: Bikin Game di HP Pakai AI, Tanpa Coding!
"Tidak peduli seberapa fiksi sebuah film, adalah salah jika terus-menerus menghina olahraga Korea," ujar Seo.
Film ini merupakan sekuel dari hit tahun 2001 "Shaolin Soccer" dan mengikuti sekelompok wanita yang terlatih kung fu membentuk tim sepak bola.
"Kung Fu Soccer" tayang perdana di China pada 11 Juli dan meraup lebih dari 600 juta yuan (sekitar Rp 1,3 triliun) dalam tiga hari.
Penggambaran Tim Ewha yang Kontroversial
Kontroversi berpusat pada penggambaran tim Korea bernama "Ewha," yang diyakini merujuk pada Ewha Womans University.
Pemain tim tersebut digambarkan lebih terobsesi dengan riasan dan lensa kontak kosmetik daripada sepak bola.
Dalam pertandingan, mereka diam-diam menyerang lawan sambil berpura-pura menjadi korban untuk menipu wasit.
>>> HoYo Fest 2026 Jakarta: Tanggal, Harga Tiket & Fasilitas Lengkap
Di salah satu adegan, mereka berteriak dalam bahasa Korea yang canggung, "Wasit, tolong kami!"
Kritik sudah muncul sejak perilisan trailer, dengan para pengamat menilai film tersebut mengejek wanita Korea.
Media pemerintah China, termasuk CCTV, sebelumnya pernah menggambarkan Korea Selatan sebagai "pabrik operasi plastik" dan menggunakan K-beauty sebagai narasi anti-Korea.
Seo menambahkan bahwa film ini menggambarkan tim yang mirip Ewha Womans University mengandalkan taktik kotor dan kecurangan, serta lebih fokus pada penampilan daripada kemampuan atletik.
"Meskipun film ini menyajikan dirinya sebagai komedi berbiaya rendah, film ini bahkan menyisipkan dialog Korea yang canggung yang hanya mengundang cemoohan," kata Seo.
Ia juga menyinggung film seluncur es pendek China tahun 2022 yang dirilis selama Olimpiade Musim Dingin Beijing, yang menggambarkan atlet Korea sebagai penipu.
>>> Ekspor Album K-pop Tembus Rp4,6 Triliun pada Paruh Pertama 2026
Menjelang pembukaan "Kung Fu Soccer" di luar negeri pada Agustus, Seo mendesak pembuat film untuk memperbaiki penggambaran yang tidak pantas dan tidak menggunakan stereotip ofensif yang dapat merugikan negara tetangga.
