Harga emas diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan.
Pelaku pasar menantikan rilis data sentimen konsumen Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
>>> Estimasi Harga iPhone 18 Pro di Indonesia, Mulai dari Varian Dasar hingga Tertinggi
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan secara teknikal harga emas masih dalam tren bearish. Hal ini setelah gagal mempertahankan pergerakan di atas area resistance.
Selama harga emas belum mampu menembus level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi. "Buyer masih belum mampu mengambil alih kendali pasar.
>>> Frank Alexander Hutapea Anak Hotman Paris ke Berapa? Ini Profilnya
Selama harga belum mampu melakukan penutupan di atas area resistance, tren bearish diperkirakan masih berlanjut," kata Geraldo dalam risetnya, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, area support terdekat berada di level 3.942.
>>> NIK KTP Tidak Terdaftar Bansos 2026: Penyebab dan Solusi Lengkap
Apabila tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran 3.782.
