Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa negaranya "belum selesai" menyerang Iran, saat Teheran memperluas serangan ke negara-negara Teluk.
Peringatan itu disampaikan Trump pada Selasa (21/7) di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
>>> Gas Blok Andaman Sudah Punya Pembeli, Salah Satunya PT Pupuk Indonesia
Dua pekan setelah pertempuran kembali berkobar antara musuh bebuyutan itu, Trump mengatakan Iran akan membutuhkan lebih dari 20 tahun untuk pulih dari kerusakan yang ditimbulkan dalam perang Timur Tengah.
"Jika kita pergi sekarang, Iran akan membutuhkan waktu 20, 25 tahun untuk membangun kembali," kata Trump.
"Kami belum selesai sama sekali... kami tidak akan pergi sekarang."
Iran Perluas Serangan ke Negara Teluk
Yordania, Kuwait, dan Bahrain melaporkan serangan Iran. Bahrain mengatakan berhasil mencegat serangan Iran saat sirene berbunyi berulang kali.
Kuwait dan Yordania juga mengatakan telah mencegat serangan drone dan rudal.
Kuwait menyebut Teheran telah menyerang pembangkit listrik dan desalinasi air selama beberapa hari, termasuk pada Senin, memaksa warga menjatah energi.
Pasukan Garda Revolusi Iran mengkonfirmasi serangan terhadap Yordania, dengan mengatakan mereka menargetkan "kompleks yang menampung pasukan teroris AS di wilayah Rukban".
Sebelumnya, tentara Iran mengatakan telah menargetkan aset AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk sistem pertahanan udara, instalasi radar, dan gedung administrasi.
"Dengan sapuan radar ini, musuh harus bersiap untuk gelombang serangan drone dan rudal yang lebih tegas dan kuat," kata Garda Revolusi dalam pernyataan yang dibawa oleh kantor berita negara IRNA.
Ancaman Houthi dan Dampak Global
Trump mengatakan akan "mengurus" pemberontak Houthi yang didukung Iran jika mereka mengikuti ancaman pada Senin untuk memblokade pelabuhan Arab Saudi.
