unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem

Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem

Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem
Ilustrasi: Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem
A A Ukuran Teks16px

Saat cuaca panas ekstrem, banyak orang mengandalkan kipas genggam untuk mendinginkan tubuh. Namun, jika harus berjalan di bawah sinar matahari langsung, payung justru menjadi pilihan utama.

Kipas genggam hanya menciptakan aliran udara yang membantu penguapan keringat, tetapi tidak mampu menghalangi panas radiasi dari matahari.

>>> Wisatawan Asing Makin Suka Jelajahi Gunung dan Lokasi Syuting di Seoul

Sebaliknya, payung melindungi tubuh dari sinar langsung dan mengurangi panas yang sampai ke kepala, wajah, dan bahu.

Payung vs Kipas: Mana yang Lebih Efektif?

Sebuah studi peneliti Jepang menunjukkan bahwa penggunaan payung di bawah sinar matahari terik dapat menurunkan indeks tekanan panas di area kepala rata-rata 1,8 derajat Celcius dibandingkan tanpa naungan.

Topi juga bisa memberi naungan, tetapi area yang tertutup jauh lebih kecil. Jika ventilasi buruk, panas justru terperangkap di sekitar kepala.

Untuk aktivitas luar ruangan yang lama, payung atau parasol anti-UV menawarkan perlindungan yang lebih baik.

Kipas genggam tidak menurunkan suhu udara di sekitarnya. Kipas hanya mendinginkan kulit dengan mempercepat penguapan keringat.

Efeknya terbatas pada wajah dan leher, serta berkurang drastis di kondisi lembap.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa ketika suhu melebihi 40 derajat Celcius, kipas justru dapat meningkatkan tekanan panas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyarankan agar tidak hanya mengandalkan kipas saat cuaca ekstrem.

Langkah Pencegahan yang Tepat

Para ahli merekomendasikan untuk memblokir sinar matahari langsung dengan payung terlebih dahulu, lalu menggunakan kipas untuk membantu penguapan keringat.

Minum air secara teratur dan beristirahat di tempat teduh atau ber-AC juga penting untuk mengurangi risiko penyakit akibat panas.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Korea mencatat 4.460 kasus penyakit terkait panas pada tahun 2025, naik 20,4 persen dari 3.704 kasus pada tahun 2024.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot