Terdapat 29 dugaan kematian akibat panas.
Hampir 30 persen dari seluruh pasien — sebanyak 1.341 kasus — terjadi selama periode 12 hari dari 20-31 Juli.
Meskipun payung adalah alat perlindungan yang efektif, payung bukan solusi lengkap.
Untuk aktivitas dengan paparan sinar matahari lama seperti golf, sepak bola, atau pekerjaan konstruksi, jadwal sebaiknya diubah ke pagi atau sore hari.
Jika tidak bisa menghindari jam terpanas antara pukul 12.00 hingga 17.00, istirahatlah secara teratur di tempat teduh atau ber-AC.
"Struktur peneduh dan payung anti-UV adalah salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk melindungi nyawa saat aktivitas luar ruangan di musim panas," kata Kim Ho-joong, profesor kedokteran darurat di Rumah Sakit Bucheon Universitas Soonchunhyang.
"Siapa pun yang harus berada di luar ruangan saat cuaca panas harus benar-benar mengikuti pedoman pencegahan penyakit akibat panas."
Jika mengalami pusing, sakit kepala, mual, kram otot, atau keringat berlebih, segera hentikan aktivitas. Pindah ke tempat sejuk, longgarkan pakaian, dan mulailah mendinginkan tubuh.
Berikan air atau minuman olahraga perlahan hanya jika orang tersebut sadar penuh. Jika pingsan, jangan paksa memberi minum.
Segera hubungi layanan darurat.
Pada hari dengan sinar matahari terik, jangan hanya membawa kipas genggam — bawalah juga payung.
Blokir sinar matahari langsung terlebih dahulu, lalu gunakan aliran udara untuk membantu penguapan keringat, tetap terhidrasi, dan sering beristirahat.