Pemerintah Kota Seoul meluncurkan inisiatif besar untuk mengubah tepi Sungai Han menjadi ekosistem budaya 24 jam.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya ibu kota Korea Selatan membangun ekonomi malam yang kuat.
>>> Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem
Program unggulan bernama "Han River Bamping" — gabungan kata "bam" (malam) dan "camping" — akan berjalan selama sebulan penuh pada Agustus 2025.
Sebanyak 200 lokasi kemah sementara disediakan di kawasan Yeouido dan Ttukseom.
Lokasi kemah buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 09.00 keesokan harian secara gratis. Tujuannya memadukan rekreasi luar ruang dengan energi malam kota yang terkenal.
Pengalaman Terpadu di Tepi Sungai
Perencana kota berupaya menghubungkan berbagai layanan tepi sungai yang sebelumnya terpisah menjadi satu pengalaman berkesinambungan.
Pengunjung bisa naik water bus dari Jamsil, menyewa sepeda, berenang di kolam renang outdoor dengan DJ, memesan makanan lokal melalui zona pengiriman khusus, lalu berkemah di bawah langit malam.
Kepala Future Han River Project Headquarters, Park Jin-young, menyatakan Sungai Han adalah aset paling kompetitif Seoul untuk ekonomi malam.
>>> Wisatawan Asing Makin Suka Jelajahi Gunung dan Lokasi Syuting di Seoul
"Kami membangun model terpadu di mana warga dan wisatawan bisa tinggal, berkonsumsi, dan menikmati tepi air dari senja hingga fajar," ujarnya.
Insentif Ekonomi dan Keamanan
Delapan pusat pengiriman khusus didirikan di dekat lokasi kemah, menawarkan makanan diskon melalui "Seoul Delivery+". Panduan digital multibahasa disediakan untuk membantu turis asing menggunakan aplikasi pengiriman lokal.
Pemerintah juga mempromosikan 21 pasar tradisional dan distrik komersial di sekitar taman untuk memastikan dampak ekonomi meluas.
Langkah keamanan ditingkatkan dengan kamera pengawas tambahan, pencahayaan lebih terang, dan patroli 24 jam.
Program ramah lingkungan berjalan bersamaan, termasuk tantangan daur ulang dengan hadiah dan jalan-jalan malam untuk mengumpulkan sampah. Ini untuk mencegah tekanan lingkungan akibat aktivitas malam.
Proyek percontohan ini mengikuti tren kota-kota besar dunia yang mencari cara inovatif merangsang perdagangan lokal di luar jam kerja standar.
>>> Korea dan UNESCO Paparkan Riset Warisan, Memori, dan Konflik
Pemerintah kota akan memantau jumlah pengunjung, lama menginap, dan pengeluaran selama Agustus untuk menentukan apakah perkemahan sementara bisa menjadi fasilitas permanen sepanjang tahun.

