unique visitors counter
⌂ Beranda News Ribuan Pengunjuk Rasa Duduki Ibu Kota India, Polisi Tindak Demonstran

Ribuan Pengunjuk Rasa Duduki Ibu Kota India, Polisi Tindak Demonstran

Ribuan Pengunjuk Rasa Duduki Ibu Kota India, Polisi Tindak Demonstran
Ilustrasi: Ribuan Pengunjuk Rasa Duduki Ibu Kota India, Polisi Tindak Demonstran
A A Ukuran Teks16px

Ribuan pengunjuk rasa muda berkemah di jalan-jalan ibu kota India, New Delhi, pada Kamis (23/7).

Mereka menentang pembatasan baru dan menunjukkan kekuatan gerakan yang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

>>> KPK Sebut Anggota DPR Anwar Sadad Terima Suap Rp6,9 M

Gerakan 'Cockroach' atau 'Kecoa' di India dimulai lebih dari sebulan lalu.

Aksi ini dipicu oleh dugaan kebocoran soal ujian masuk paling kompetitif untuk perguruan tinggi kedokteran dan pekerjaan pemerintah.

Demonstrasi pada Kamis berlangsung di Jantar Mantar, lokasi protes yang ditentukan di New Delhi.

Aksi ini terjadi setelah bentrokan semalam di mana polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa.

Pada Senin lalu, ribuan pengunjuk rasa telah melanggar pembatasan dan berbaris menuju parlemen. Polisi kembali membubarkan demonstrasi dengan gas air mata dan pentungan.

Para pengunjuk rasa berkumpul kembali pada Kamis pagi. Mereka kembali ke lokasi protes meskipun ada penghalang jalan.

Otoritas juga menangguhkan layanan Metro Delhi di 16 stasiun di pusat kota untuk membatasi akses ke demonstrasi.

Tuntutan Pengunjuk Rasa

Isu kebocoran ujian telah menjadi simbol frustrasi bagi jutaan anak muda India. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.

Mereka juga mendesak reformasi sistem ujian dan kompensasi bagi keluarga siswa yang bunuh diri setelah kebocoran soal ujian.

Menghadapi tekanan yang meningkat, Modi angkat bicara secara publik untuk pertama kalinya pada Kamis. Ia mengumumkan pengadilan cepat untuk menangani kasus kebocoran soal ujian.

Pengadilan cepat adalah pengadilan khusus yang dibuat untuk mempercepat kasus di sistem peradilan India yang terkenal lambat.

'Tidak ada yang lebih penting daripada kesejahteraan dan masa depan pemuda kita! ,' tulis Modi di X.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot