Intel kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.
Kali ini, divisi yang terkena adalah Data Center Group (DCG), yang justru mencatatkan pertumbuhan pendapatan 22% pada kuartal I-2026.
>>> Jessica Alba dan Taylor Zakhar Perez Bintangi Reboot 13 Going On 30
Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Intel kepada CRN. PHK ini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi berkelanjutan di bawah kepemimpinan CEO baru, Lip-Bu Tan.
Intel tidak merinci jumlah karyawan atau lokasi yang terdampak.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa PHK ini bertujuan untuk “menyelaraskan organisasi agar memiliki peran dan keahlian yang tepat” demi memastikan kesehatan bisnis jangka panjang.
Perusahaan juga berjanji memberikan dukungan penuh selama masa transisi, termasuk sesuai ketentuan hukum setempat.
PHK di Tengah Pertumbuhan: Paradoks yang Terencana
Fakta menariknya, PHK ini terjadi tepat saat divisi data center sedang naik daun.
Pada Q1 2026, pendapatan Intel secara keseluruhan mencapai 13,6 miliar dolar AS, naik 7% year-over-year.
Sebanyak 22% di antaranya berasal dari DCG, yang didorong oleh lonjakan permintaan infrastruktur AI global. Namun, alih-alih memperluas tim, Intel justru merampingkan struktur.
Ini menunjukkan bahwa fokus perusahaan bukan pada ekspansi, tapi pada efisiensi operasional dan profitabilitas. Terutama menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II-2026 pada 23 Juli 2026.
>>> Casio Rilis Jam Tangan Emas dengan Dial Hijau, Harga Rp1,8 Juta
Bagian dari Strategi Lebih Besar di Bawah Lip-Bu Tan
Sejak menggantikan Pat Gelsinger pada Maret 2025, Lip-Bu Tan telah menjadikan efisiensi biaya sebagai prioritas utama.
Ia sempat mengumumkan rencana memangkas 15% tenaga kerja, dengan target akhir 2025 tersisa 75.000 karyawan.
Pada Desember 2024, Intel memiliki 108.900 karyawan. Angka itu turun menjadi 85.100 pada Desember 2025.
