Lee Min-ho kembali dinobatkan sebagai aktor Korea paling populer di kalangan penggemar global gelombang Korea (Hallyu) untuk tahun ke-13 berturut-turut.
Hasil Survei Hallyu Luar Negeri 2026 yang dirilis Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menunjukkan Lee Min-ho meraih 7,1 persen suara dari 27.400 responden di 30 negara.
>>> Amanda Manopo Ungkap Alasan Pecat Eks Staf: Saya Jadi Target Ilmu Hitam
Song Hye-kyo berada di posisi kedua dengan 2,6 persen, disusul IU dengan 2,3 persen. Angka Lee Min-ho hampir tiga kali lipat dari pesaing terdekatnya.
Fenomena Cinta Pertama Hallyu
Para peneliti menyebut efek eksposur pertama sebagai kunci popularitas abadi Lee Min-ho.
Drama klasiknya seperti "Boys Over Flowers" (2009) dan "The Heirs" (2013) masih menjadi pintu masuk bagi banyak penggemar internasional.
Lee Hyun-ji, kepala Pusat Penelitian Pertukaran Budaya di KOFICE, mengatakan pengalaman pertama menonton drama tersebut sangat memengaruhi persepsi mereka terhadap budaya Korea.
Berbeda dengan Bae Yong-joon yang memperkenalkan Hallyu ke generasi tua Jepang, Lee Min-ho berhasil menarik penggemar dari usia remaja hingga 30-an.
>>> Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Popularitas Global vs Kinerja Domestik
Popularitas global Lee Min-ho kontras dengan kinerja domestik proyek terbarunya. Drama "When the Stars Gossip" (2025) yang menghabiskan 50 miliar won hanya meraih rating 1-2 persen.
Film "Omniscient Reader" (2025) juga tidak memenuhi ekspektasi di dalam negeri. Namun, hal ini tidak mengurangi daya tariknya di mata penggemar luar negeri.
Seorang pejabat dari perusahaan produksi drama domestik mengatakan platform streaming global seperti Apple TV+ tetap antusias meminang Lee Min-ho untuk mengamankan pelanggan, mengutamakan basis penggemar globalnya.
Lee Min-ho membintangi serial orisinal Apple TV+ "Pachinko" yang dilaporkan memiliki anggaran produksi 100 miliar won.
>>> Sinopsis Lake Placid vs Anaconda, Bioskop Trans TV 24 Juli 2026
Kasus Lee Min-ho menunjukkan bahwa kesuksesan komersial domestik dan pengaruh internasional tidak selalu berjalan seiring.

