Ekonom Energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti mengungkapkan kapasitas kilang minyak Indonesia masih tertinggal dibandingkan Rusia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Dalam risetnya, Yayan menyoroti perbedaan tingkat kompleksitas kilang, kemampuan menjaga cadangan energi, hingga posisi geopolitik yang memengaruhi ketahanan pasokan minyak.
Indonesia memiliki kapasitas kilang sekitar 1,15–1,4 juta barel per hari (bph) dan masih dalam proses peningkatan melalui proyek refinery development master plan (RDMP).
Tingkat kompleksitas kilang atau Nelson Complexity Index (NCI) Indonesia tercatat sekitar 8,2. Kilang paling kompleks adalah RU VI Balongan dengan NCI sekitar 11,9.
“Kompleksitas kilang atau NCI Balongan itu 8,2, [tertinggi] 11,9.
Proses hydrocracking atau FCC difokuskan pada produksi solar dan bensin,” tulis Yayan dalam risetnya, dikutip Selasa (28/7/2026).
