Serangan drone terhadap kilang minyak di Libya bagian barat menghancurkan sebuah tangki penyimpanan.
Insiden ini meningkatkan risiko terhadap fasilitas minyak dan berpotensi memperburuk kelangkaan bahan bakar di negara anggota OPEC tersebut.
>>> Gempa Dahsyat di Kolombia Tewaskan 111 Orang, Warga Bantu Evakuasi
Serangan terhadap kilang Zawiya memicu kebakaran sebelum tangki bahan bakar runtuh akibat suhu tinggi.
Hal itu disampaikan Chairman National Oil Corp. (NOC), Masoud Suleman, dalam sebuah wawancara.
Otoritas berupaya memadamkan api dan mendinginkan tangki-tangki lain untuk mencegahnya ikut terbakar.
>>> Mahar Nikah Dea Annisa dan Mazaki Ahmad: Nominal dan Makna di Balik Angkanya
NOC kemudian mengatakan drone lain menargetkan fasilitas pencampuran dan pengemasan minyak yang terafiliasi dengan kilang Zawiya.
Secara keseluruhan, empat serangan terjadi di Kota Zawiya, sekitar 56 kilometer sebelah barat ibu kota Tripoli, dalam tiga hari terakhir.
>>> Trump Klaim AS Sapu Ranjau di Selat Hormuz dan Kuasai Jalur Minyak Dunia
Investigasi masih berlangsung dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
