unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Krisis RAM dan Harga PC: Ramalan Acer vs Produsen Memori
Hiburan

Krisis RAM dan Harga PC: Ramalan Acer vs Produsen Memori

Ilustrasi kenaikan harga PC dan komponen RAM
A A Ukuran Teks16px

CEO Acer Jason Chen memprediksi lonjakan harga PC yang dipicu krisis RAM akan mulai mereda pada akhir 2027.

Pandangan ini berbeda dengan ramalan sejumlah produsen memori yang memperkirakan krisis pasokan berlangsung hingga 2030.

Meski begitu, Chen mengingatkan konsumen masih menghadapi kenaikan harga perangkat sebesar 5 hingga 20 persen tahun ini.

Puncak kenaikan harga diprediksi terjadi pada paruh pertama 2027 sebelum akhirnya melandai.

Pemicu Lonjakan Harga PC

Booming teknologi kecerdasan buatan memicu ekspansi pusat data besar-besaran sejak tahun lalu.

Infrastruktur server tersebut menyedot pasokan DRAM dalam volume besar sehingga harganya meroket hingga lima kali lipat.

Kondisi itu memaksa produsen menaikkan harga jual ke konsumen akhir.

Dampaknya menjalar ke berbagai perangkat, mulai dari laptop, smartphone, konsol game, kartu grafis, prosesor, hingga motherboard.

Sikap optimistis Chen kontras dengan pernyataan para petinggi produsen semikonduktor ternama.

CEO Micron Sanjay Mehrotra dan CEO SK Hynix Kwak Noh-jung sebelumnya memperkirakan krisis pasokan DRAM bertahan hingga 2030.

Bahkan bos Adata Chen Li-bai meramal harga RAM tetap tinggi selama satu dekade ke depan.

Namun Chen menilai para bos memori sengaja membangun narasi kelangkaan demi menjaga margin keuntungan dari tren AI.

Ia menegaskan pasokan RAM dan SSD kelas menengah sejatinya sudah mampu memenuhi permintaan pasar reguler.

Kelangkaan saat ini murni terkonsentrasi pada komponen tier atas, seperti modul DDR5 super cepat dan prosesor khusus AI.

Optimisme industri kini tertumpu pada ekspansi produsen memori alternatif asal Tiongkok, seperti CXMT.

Kehadiran pasokan baru yang lebih terjangkau berpotensi mematahkan kendali harga para pemain lama di pasar global.

Bahkan perusahaan raksasa seperti Apple mulai mempertimbangkan pasokan memori dari Negeri Tirai Bambu tersebut demi efisiensi biaya.

Langkah diversifikasi ini mempercepat pemulihan rantai pasok global.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru