Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan 22 platform digital yang masuk kategori berisiko tinggi bagi anak di ruang siber Indonesia.
Penetapan ini merujuk pada hasil verifikasi laporan asesmen mandiri terhadap 60 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) per September 2026.
Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan pemerintah membagi hasil verifikasi ke dalam dua kategori.
Sebanyak 22 produk berstatus profil risiko tinggi, sementara 38 produk lainnya masuk kategori risiko rendah.
Kriteria Penetapan Platform Berisiko Tinggi
Kementerian mengatur standar ini melalui Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9/2026.
Aturan teknis tersebut menyoroti jejaring sosial yang membuka celah interaksi langsung antara anak dan orang asing.
Selain itu, platform yang berpotensi memaparkan konten pornografi dan unsur kekerasan otomatis masuk daftar pengawasan ketat.
Fitur yang menyajikan materi tidak ramah umur juga meningkatkan skor ancaman platform tersebut.
Tingkat bahaya yang berbeda menuntut tindakan mitigasi berjenjang.
Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) wajib memasang sistem keamanan lebih ketat pada produk berisiko tinggi.
Langkah pengawasan ini berakar dari Peraturan Pemerintah terkait Pelindungan Anak (PP Tunas).
Pemerintah terus mendorong seluruh pengelola sistem elektronik memperkuat perlindungan bagi generasi muda.
Pemerintah memberi tenggat waktu asesmen mandiri bagi pengelola platform hingga akhir tahun.
Daftar Platform Berisiko Tinggi dan Rendah
Sejumlah platform populer masuk daftar pengawasan khusus pemerintah, mencakup media sosial, pasar daring, hingga gim daring.
Untuk kategori berisiko tinggi, daftarnya meliputi Telegram, X, Discord, Pinterest, dan SnackVideo.
Kemudian YouTube, Vidio, WeTV, MAXStream TV, dan Apple Podcasts.
Lalu Lazada, Situs Web Lazada, Blibli, dan BMoney.
Selanjutnya Hago App, Sola Mahjong, Ludo World-Ludo Superstar.
Serta Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, Teamfight Tactics Mobile, dan Crossfire: Legends.
Di sisi lain, Komdigi juga mengesahkan 38 platform yang dinilai ramah dan minim ancaman bagi anak.
Kategori ini umumnya membatasi kontak terbuka atau menyediakan kurasi konten khusus.
Layanan edukasi dan komunikasi meliputi Google Classroom, Ruangguru, Canva Pendidikan, Google Messages, Gmail, FaceTime, dan iMessage.
Hiburan terkurasi mencakup YouTube Kids, Netflix Kids Profile, Spotify, Apple Music, Apple TV, dan Apple Arcade.
Utilitas dan transaksi meliputi Google Maps, Apple Maps, Google Search, Safari, DANA, Livin' by Mandiri, Google Play, serta App Store.
