PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menghadapi tekanan kinerja pada kuartal II-2026 seiring dengan dinamika pasar aset kripto yang melemah.
Pelemahan harga aset kripto, ketidakpastian makroekonomi, dan rotasi portofolio investor ke instrumen defensif menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut.
>>> Mercedes-Benz Luncurkan AMG GT 63 PRO dan GLC 200 di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp1,58 Miliar
Kapitalisasi pasar kripto global turun 12,6% secara kuartalan dari US$2,4 triliun menjadi US$2,1 triliun pada kuartal II-2026.
Di Indonesia, volume transaksi aset kripto juga terkoreksi 11,6% secara kuartalan, dari Rp75,83 triliun menjadi Rp67,03 triliun.
Pendapatan COIN Menurun
COIN membukukan pendapatan Rp33,15 miliar pada kuartal II-2026, turun 20% dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai Rp41,49 miliar.
>>> JAECOO J7 SHS-P SIVP Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Mobil Bisa Cari Parkir Sendiri
Meskipun pendapatan secara umum menurun, segmen derivatif justru menunjukkan pertumbuhan positif.
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyatakan bahwa segmen derivatif memiliki daya tahan yang baik dan mulai menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan.
>>> ESDM Kebut PLTA Batang Toru, Target Beroperasi Oktober 2026
Berbeda dengan tren global di mana volume transaksi derivatif di 10 bursa kripto dunia terbesar terkoreksi 10% secara kuartalan, pendapatan derivatif COIN naik 6% menjadi Rp12,1 miliar pada periode April hingga Juni 2026.
