China memberi sinyal bahwa mereka berencana untuk memainkan peran yang lebih penting dalam mengarahkan kampanye global mengatasi perubahan iklim.
Para pejabat memberikan rincian lebih lanjut mengenai strategi mitigasi dan adaptasi terhadap kenaikan suhu.
>>> Mercedes-Benz Luncurkan AMG GT 63 PRO dan GLC 200 di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp1,58 Miliar
Negara ini “akan secara konstruktif memimpin proses tata kelola multilateral untuk mengatasi perubahan iklim,” bunyi Rencana Lima Tahun ke-15 yang diterbitkan oleh Kementerian Ekologi dan Lingkungan, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, dan lembaga-lembaga penting lainnya.
“Pengaruh, kapasitas pengarah, kekuatan pembentuk, dan daya tarik moral China dalam tata kelola iklim global akan ditingkatkan secara signifikan” hingga tahun 2030, menurut dokumen yang diterbitkan pada Senin.
>>> JAECOO J7 SHS-P SIVP Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Mobil Bisa Cari Parkir Sendiri
Dokumen ini merupakan yang terbaru dari serangkaian strategi kebijakan yang menjabarkan rincian rencana untuk memenuhi target iklim dan energi.
Bahasa yang digunakan mencerminkan pergeseran baru-baru ini dari sikap China sebelumnya.
>>> ESDM Kebut PLTA Batang Toru, Target Beroperasi Oktober 2026
Sebagai sumber emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, China sebelumnya menggambarkan dirinya dalam dokumen resmi “sebagai peserta, kontributor, dan pemimpin” dalam upaya iklim global.

