unique visitors counter
⌂ Beranda News 60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan

60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan

60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan
Ilustrasi: 60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan
A A Ukuran Teks16px

Korban Tewas dalam Kekacauan

Banyak yang tewas karena tenggelam, kata Sbihi.

Namun, beberapa juga tewas dalam desak-desakan saat melintasi pagar pemecah gelombang di Pantai Tarajal, pantai perkotaan dekat pos pemeriksaan perbatasan dengan Maroko.

Ahmed Karim, pria Maroko berusia 33 tahun, mengatakan ia masuk ke Ceuta karena kurangnya pekerjaan di negaranya.

'Banyak orang ingin pergi ke Eropa, Amerika, tetapi mereka tidak punya kesempatan,' kata Karim.

Pada Jumat pagi, perairan dekat pagar perbatasan dipenuhi pelampung, sepatu, dan barang-barang lain yang ditinggalkan.

Polisi Maroko mengerahkan personel tambahan, menggunakan meriam air, dan melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah migran masuk ke Ceuta, menurut kelompok hak asasi di Maroko.

Achraf Maimouni, aktivis hak asasi manusia di Fnideq, kota Maroko yang berbatasan dengan Ceuta, mengatakan meskipun kehadiran polisi besar-besaran, orang-orang tetap menyeberang melalui jalur air, sementara perbatasan darat tetap ditutup.

Migran yang ditangkap di perbatasan dibawa lebih jauh ke Maroko, menjauh dari Ceuta, 'tetapi orang-orang masih datang,' katanya.

Reaksi Maroko dan Spanyol

Duta Besar Maroko untuk Spanyol, Karima Benyaich, menyatakan harapan agar mereka yang menyeberang dari Maroko ke eksklave Spanyol akan kembali.

Ia menggambarkan situasi di Ceuta sebagai sulit dan terjadi di luar keinginan Maroko. 'Kami selalu memprioritaskan migrasi yang legal, tertib, dan aman untuk semua,' katanya.

Benyaich tidak berkomentar tentang apa yang mendorong migran masuk ke Ceuta.

Namun, otoritas di Ceuta dan Madrid mengaitkannya dengan keputusan baru-baru ini oleh Mahkamah Agung Spanyol yang memutuskan bahwa migran yang tiba melalui laut tidak dapat dideportasi secara singkat, tidak seperti mereka yang menyeberang melalui darat atau memanjat pagar perbatasan.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot