>>> Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT RI ke-81 Sepanjang Agustus 2026
Pertumbuhan Segmen B2B dan Infrastruktur Digital
Total pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0 persen menjadi Rp33,1 triliun.
Pendapatan eksternal meningkat 4,9 persen menjadi Rp4,7 triliun, didorong oleh Data, Internet, dan IT Service.
Mitratel membukukan pendapatan Rp4,7 triliun, tumbuh 2,1 persen. Total tenant meningkat menjadi 63.866, dengan tenancy ratio 1,57x.
Pada bisnis data center, NeutraDC akan menjadi pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Langkah ini diharapkan memperluas layanan dan mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis.
Segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7 persen secara kuartalan.
Sementara itu, segmen International Business mencatat pendapatan Rp5,7 triliun, dengan fokus pada layanan konektivitas dan solusi digital.
Transformasi Perusahaan dan Prospek ke Depan
Eksekusi strategi TLKM 30 menunjukkan kemajuan signifikan pada keempat pilar transformasi. Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional 9,5 persen dan peningkatan efisiensi biaya.
Telkom juga menuntaskan streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi.
Belanja modal sebesar Rp10,8 triliun direalisasikan, dengan lebih dari 96 persen difokuskan pada area bisnis prioritas.
Pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 masih berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026. Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom memperkuat model Strategic Hold-Co.
>>> Jadwal Tes Seleksi Kompetensi Tambahan PPPK Sekolah Rakyat 2026 Kapan? Simak Tanggal Pelaksanaan
Dian Siswarini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital. Telkom, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, akan terus mengakselerasi transformasi dan investasi pada kapabilitas digital.
