Keluarga Zainal Abidin alias Diding Boneng mengungkapkan kronologi meninggalnya seniman tersebut pada Senin (3/8).
Menurut adik mendiang, Zainal Arifin, Diding sempat mengeluhkan sakit pada bagian lambung.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 3-9 Agustus 2026: Ada Film Jackie Chan
Keluhan itu awalnya dikira penyakit maag biasa, namun kondisinya semakin memburuk.
"Awalnya dia sakitnya cuma maag. Begitu ke dokter, ternyata dokter bilang ada stroke.
Akhirnya disarankan opname di rumah sakit. Opname di Rumah Sakit Tarakan selama 10 hari," kata Arifin.
Setelah diperiksa, dokter menyatakan tidak ada maag, melainkan asma, hipertensi, dan stroke.
Diding pun dirawat di unit stroke RS Tarakan selama 10 hari.
Tiga hari sebelum meninggal, Diding diperbolehkan pulang karena kondisinya dianggap stabil.
"Terus tiga hari yang lalu pulang. Alhamdulillah saya lihat juga sudah sehat, sudah baguslah, bisa jalan," ujar Arifin.
Namun, stroke yang diderita membuat Diding tak bisa berbicara dengan jelas. Lidahnya sudah kelu karena tertarik.
Pada Minggu (2/8) malam, kondisi Diding kembali memburuk. Ia mengalami kesulitan bernapas.
Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menemani Diding.
>>> Bocoran Spesifikasi Oppo Find X10 Pro: Kamera 200MP Ganda dan Baterai 8.000mAh
"Ternyata semalam saya masih di sini sudah terganggu pernapasannya. Saya datang, saya ngaji apa semua, terus datanglah keluarga, anak-anaknya.
Anak-anak kumpul, saya tinggal pulang. Tapi tadi pagi saya selesai salat subuh, dikasih tahu lagi, Bapak sudah meninggal," katanya.
Diding Boneng dinyatakan meninggal dunia pada Senin (3/8) pukul 06.04 WIB.
Jenazahnya disemayamkan di rumahnya di Matraman Dalam sebelum dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta Pusat selepas Asar.
Diding Boneng merupakan aktor bernama lengkap Zainal Abidin yang lahir pada 3 Maret 1950.
Ia mengawali karier di teater sejak 1973 dan kerap menjadi pemenang festival teater remaja.
Debut layar lebarnya terjadi dalam film Tiga Dara Mencari Cinta (1980).
Namanya dikenal luas saat bermain dalam serial televisi Rumah Masa Depan pada 1983-1986.
Ia juga semakin dikenal setelah bergabung dalam sejumlah film Warkop DKI, sering memerankan karakter hansip dan pelatih militer.
>>> Casio A140WE vs Timex 1981 Reissue: Pilih Jam Retro yang Tepat
Dalam beberapa tahun terakhir, Diding Boneng membintangi film seperti KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).

