Lady Gaga disebut telah melewati perjalanan panjang dan berat sebelum akhirnya menjadi seorang ibu.
Pemilik nama asli Stefani Germanotta itu dikabarkan mengalami pasang surut fisik maupun emosional selama proses tersebut.
Menurut teman-temannya, perempuan berusia 40 tahun itu mulai berupaya memiliki anak sejak 2024.
Seorang sumber menyebut Gaga harus menempuh jalan yang berat secara fisik.
Ada saat-saat penuh kegembiraan, namun ada pula masa keputusasaan yang digambarkan menyedihkan.
Sumber itu menyebut kisah tersebut sebagai masa-masa sulit secara fisik dan emosional menuju akhir yang bahagia.
Gaga disebut mengalami masalah pinggul yang parah dan berbagai gangguan fisik lain, ditambah beban fisik saat tampil.
Riwayat Masalah Pinggul dan Fibromyalgia
Pada 2013, Lady Gaga menjalani operasi akibat patah tulang pinggul karena robekan di bagian dalam sendi dan patahan yang cukup parah.
Ia mengaku dokter bedah mengatakan jika ia memaksakan tampil satu pertunjukan lagi, ia mungkin harus menjalani penggantian sendi pinggul total.
Saat itu ia disebut harus absen setidaknya setahun atau mungkin lebih lama.
Kemudian pada 2017 dalam dokumenter Gaga: Five Foot Two, ia mengisahkan mengidap fibromyalgia.
Fibromyalgia adalah penyakit kronis yang menyebabkan nyeri fisik hebat di sekujur tubuh serta kelelahan ekstrem.
Gaga mengatakan adrenalin dari musik dan penggemar membuatnya bisa terus maju, meski bukan berarti ia tidak merasa sakit.
Saat menjadi bintang tamu The Late Show with Stephen Colbert pada Oktober 2025, Gaga mengungkapkan keinginannya menjadi seorang ibu.
Ia menyebut yang benar-benar diinginkannya adalah menjadi ibu dan berharap itu menjadi peran utama berikutnya.
Pada Jumat (11/9), Lady Gaga pertama kali terlihat bersama bayinya yang belum diketahui nama dan jenis kelaminnya.
Ia terlihat di California Utara sambil menggendong bayi tersebut.
Belum diketahui apakah bayi Gaga lahir melalui ibu pengganti.
