Pelapor Betrand Peto, ANW dan DYP, membantah tudingan netizen yang menyebut mereka sebagai lady companion (LC).
Bantahan itu disampaikan kuasa hukum mereka, Nathaniel Hutagaol, usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Nathaniel menegaskan kliennya adalah wanita pekerja yang juga tengah menempuh kuliah. Ia meminta publik tidak melabeli ANW dan DYP sebagai cewek bar.
Tudingan tersebut muncul setelah kedua kubu sama-sama membeberkan kronologi dan kesaksian soal kejadian yang dilaporkan ke polisi.
Laporan itu terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diterima polisi pada Sabtu (12/9).
Diperiksa 23 Pertanyaan
ANW dan DYP menjalani pemeriksaan di Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Keduanya dicecar sekitar 23 pertanyaan oleh penyidik.
Selepas pemeriksaan, keduanya tertunduk dengan hoodie hitam dan abu-abu yang menutupi sebagian tubuh. Mereka juga memakai masker dan kacamata hitam serta tidak berbicara kepada awak media.
Dalam kronologi yang beredar, ANW bersama dua teman perempuannya disebut baru bertemu Betrand Peto dan teman-temannya pada malam itu.
Mereka diminta ikut memeriahkan karaoke di sebuah kelab malam di SCBD, Jakarta Selatan, sekitar pukul 2 pagi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi pelaporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa BP yang dimaksud adalah ATT, anak angkat dari artis berinisial RSO.
Betrand Peto membantah tudingan melakukan pelecehan seksual. Dalam konferensi pers pada Senin (14/9) didampingi kuasa hukumnya, ia menyatakan tidak melakukan hal yang dituduhkan.
Betrand juga berjanji kooperatif menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan kepadanya. Ia memastikan tidak akan menutupi atau memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi.