unique visitors counter
⌂ Beranda News Gerakan 'Kecoa' Gen Z India Guncang Citra Politik Modi

Gerakan 'Kecoa' Gen Z India Guncang Citra Politik Modi

Gerakan 'Kecoa' Gen Z India Guncang Citra Politik Modi
Ilustrasi: Gerakan 'Kecoa' Gen Z India Guncang Citra Politik Modi
A A Ukuran Teks16px

Mukhopadhyay mengatakan ini adalah pertama kalinya protes yang dipimpin mahasiswa mampu mempertahankan momentum cukup untuk memaksa pemerintah menyerah pada tuntutan utama mereka tanpa dukungan partai politik mapan.

"Masing-masing dari mereka memiliki keluhan kecil tentang hidup yang tidak membawa mereka ke mana-mana," katanya.

Belum pasti apakah energi tersebut dapat diubah menjadi suara melawan Partai Bharatiya Janata yang berkuasa dari Modi.

Saurav Das, juru bicara Cockroach Janta Party, mengatakan gerakan tersebut menegaskan kembali kekuatan tekanan publik dalam demokrasi.

"Pemerintah yang sombong yang tidak berkedip selama 12 tahun dipaksa berkedip ketika pemuda bersatu," katanya, sambil menegaskan bahwa kelompok tersebut ingin tetap menjadi pengawas publik daripada menjadi partai politik.

"Kami ingin tetap menjadi kelompok penekan," ujarnya.

>>> Lokasi Nobar Persib vs Persija Hari Ini 4 Agustus 2026 di Bandung dan Sekitarnya

Gerakan Memaksa Modi Menjangkau Gen Z

Gerakan ini tampaknya mendorong penyesuaian di dalam partai Modi.

Dalam beberapa minggu sejak protes, Modi semakin sering muncul dalam video pendek vertikal yang disesuaikan untuk Instagram dan platform lain yang populer di kalangan pemilih muda.

Partainya telah memperluas jangkauan ke Gen Z melalui kampanye online, dengan beberapa anggota parlemen partai mengadopsi bahasa gaul anak muda dalam penampilan publik, termasuk pidato di Parlemen.

Banyak anggota kabinet India berusia 60 tahun ke atas.

Ini menandai pergeseran dari hari-hari awal protes, ketika Modi dan pemerintahannya sebagian besar menganggap gerakan itu tidak penting.

Tetapi ketika demonstrasi menarik massa yang lebih besar, pemerintah terpaksa mengakuinya dan menanggapi pengaruh mereka yang semakin besar.

Sejak pengunduran diri menteri pendidikan, Modi juga berbicara tentang memaafkan mereka yang telah mengejek perdana menteri, sebuah upaya yang tampaknya untuk terhubung kembali dengan audiens yang lebih muda.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot