Jakarta, CNN Indonesia -- Box office China mencatatkan rekor dengan pendapatan tembus 7 miliar yuan atau setara Rp18,69 triliun (1 RMB=Rp2.670,82) pada musim panas 2026.
China Global Television Network, organisasi media internasional milik negara, pada Sabtu (1/8) memberitakan angka tersebut dicapai hingga akhir pekan lalu.
>>> Sinopsis Royal Betrothal: Aliansi Kaisar Muda dan Perempuan Cerdas Ungkap Korupsi
Capaian tersebut menegaskan kebangkitan industri perfilman di Negeri Tirai Bambu yang terakselerasi sepanjang paruh pertama dan pertengahan tahun ini.
Melonjaknya penjualan tiket didorong peluncuran program "Tahun Promosi Ekonomi Film 2026" yang digagas Badan Perfilman China bersama sejumlah instansi terkait.
Lebih dari 120 judul film lokal maupun mancanegara dipasang untuk mengisi slot penayangan musim panas, mencakup genre drama sejarah, komedi, aksi, animasi, hingga fiksi ilmiah.
Secara keseluruhan, estimasi total nilai rantai industri film China diperkirakan telah melampaui 340 miliar yuan atau setara Rp908 triliun sepanjang tahun ini.
Momentum Pasar Bioskop
Berdasarkan data lembaga pemantau box office Dengta, momentum pasar bioskop terus menunjukkan grafik menanjak dengan pendapatan harian yang konsisten melampaui 100 juta yuan selama 23 hari berturut-turut.
Memasuki awal pekan, perolehan musim panas bahkan telah merangkak naik melewati 7,4 miliar yuan, yang sekaligus mengerek total pendapatan box office tahunan China 2026 hingga menembus 23,1 miliar yuan.
Dominasi film-film lokal menjadi kunci utama di balik meningkatnya angka tersebut.
>>> Regulasi Digital Indonesia Bisa Buka Potensi Ekonomi Rp587 Triliun, AI Jadi Kunci Baru
Film-film lokal produksi China sukses menyapu bersih tiga posisi teratas dalam tangga film terlaris tahunan, sekaligus menguasai dua tempat teratas pada jendela penayangan musim panas.
