unique visitors counter
⌂ Beranda News BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Dipicu Low Base Effect dan Gaji ASN

BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Dipicu Low Base Effect dan Gaji ASN

BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Dipicu Low Base Effect dan Gaji ASN
Ilustrasi: BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Dipicu Low Base Effect dan Gaji ASN
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan pada komponen belanja pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 dipengaruhi oleh low base effect.

Secara year-on-year (yoy), komponen pengeluaran pemerintah pada kuartal II-2026 mencatat kenaikan sebesar 15,97%.

>>> Bos Exxon: UU Iklim Eropa Ancam Impor Energi Mulai 2027

alt mid

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pada triwulan II-2025 komponen ini terkontraksi 0,32%.

"Sementara di triwulan 2 tahun lalu, komponen ini terkontraksi 0,32%. Nah, jadi ini juga menyebabkan low base effect," kata Edy dalam rilisnya pada Rabu (5/8/2026).

>>> Purbaya: Gaji Manajer Kopdes UMP Lebih Sedikit, Bukan Rp16 Juta

alt mid

Edy menambahkan, pada kuartal II-2026 komponen konsumsi pemerintah mengalami kontraksi. Dengan base yang rendah, konsumsi pemerintah dapat terkerek hingga 15,97%.

Selain itu, pertumbuhan kuartal II-2026 juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan ASN.

>>> Psikolog Forensik: Pengakuan Pelaku Mutilasi Depok Perlu Didalami

Komponen tersebut termasuk gaji ke-13 serta peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot