PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) melaporkan bahwa 15 kontainer alumina yang akan diekspor sempat tertahan di pemeriksaan kandungan 17 unsur logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai).
Direktur Produksi PT BAI, Dindin Rajidin, menyatakan total volume ekspor yang tertahan dari 15 kontainer tersebut mencapai 300 ton.
>>> Pemkot dan Kejari Kota Bekasi Perkuat Dukungan untuk Olahraga Disabilitas
Meski demikian, Dindin mengungkapkan perseroan dapat kembali mengekspor alumina yang tertahan mulai Jumat (7/8/2026) setelah ada kepastian dari pemerintah.
"BAI sangat terdampak dengan tidak bisanya ekspor karena ada kandungan LTJ-nya ya. Tapi setelah dikoordinasikan dengan KSP, kondisi sudah kembali normal.
>>> Polisi Selidiki Temuan 995 Senjata dan Barang Terlarang di Sekolah Jakarta Selatan
Jadi per Jumat besok ya, kita sudah akan bisa ekspor kembali," kata Dindin kepada awak media di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
>>> Ukraina Serang Dua Kilang Minyak Terbesar Rusia, Tangki Rusak
Dia juga mengungkapkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kantor Staf Presiden (KSP) akan menggelar seremoni untuk menandai kembalinya normal ekspor produk logam olahan Indonesia.
