Kasino-kasino di Makau menghadapi kemunduran terburuk sejak dibuka kembali setelah pandemi Covid-19. Penurunan pendapatan pada Juni dan Juli lebih tajam dari perkiraan, mengguncang investor.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan perlambatan berkepanjangan di pusat perjudian terbesar di dunia. Penurunan tersebut mengakhiri pertumbuhan selama 16 bulan berturut-turut.
Penurunan terjadi ketika Beijing meningkatkan upaya membendung arus keluar modal.
Langkah itu termasuk mengenakan pajak pada offshore trust, memperketat pengawasan terhadap perusahaan pialang lintas negara, serta membatasi investasi ke luar negeri oleh warga perorangan.
Kebijakan tersebut menekan sentimen para penjudi kelas atas (high-rollers) yang sensitif terhadap volatilitas pasar keuangan. Sementara itu, pasar modal China mulai memburuk.
Indeks MSCI China turun sekitar 8% tahun ini, menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk secara global.
Ketika likuiditas menyusut dan nilai portofolio menurun, efek kekayaan yang biasanya mengalir ke segmen perjudian premium Makau melemah signifikan.
Hal ini memicu kekhawatiran akan perlambatan yang lebih panjang di industri kasino Makau.