unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, tetapi Belum Cukup untuk Membuka Jalur

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, tetapi Belum Cukup untuk Membuka Jalur

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, tetapi Belum Cukup untuk Membuka Jalur
Ilustrasi: Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, tetapi Belum Cukup untuk Membuka Jalur
A A Ukuran Teks16px

Iran telah bereaksi terhadap serangan AS dengan menargetkan pangkalan AS di negara-negara Teluk dan Yordania, serta menyerang kapal-kapal di selat sempit yang membawa seperlima pengiriman minyak dan gas dunia sebelum perang.

UEA pada Sabtu mengatakan Iran menyerang kapal afiliasi perusahaan minyak negara UEA dengan rudal saat melintasi Selat Hormuz.

Tidak ada korban jiwa dalam serangan terbaru terhadap pelayaran di sana.

Monitor perdagangan maritim Inggris UKMTO mengatakan sebuah kapal terbakar setelah terkena proyektil yang tidak diketahui, tetapi api berhasil dipadamkan dan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan.

Tidak ada komentar langsung dari otoritas Iran.

>>> Daftar Harga HP Tecno, Infinix, dan Itel Terbaru Agustus 2026, Mulai Rp999 Ribuan

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump berulang kali memberi sinyal bahwa kesepakatan untuk membuka selat bisa segera tercapai, hanya untuk kemudian Iran membantah bahwa pembicaraan sedang berlangsung.

Belum jelas apakah rentetan negosiasi terbaru akan menghasilkan pengaturan yang lebih langgeng.

"Begitu kesepakatan diumumkan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan, Amerika Serikat akan mencabut blokade pelabuhan Iran," kata pejabat AS kepada Reuters pada Jumat.

Tindakan AS akan dikaitkan dengan implementasi komitmen Iran, kata pejabat itu.

Komando Pusat AS pada Sabtu mengatakan telah mengizinkan lebih dari 30 kapal lewat untuk bantuan kemanusiaan sejak blokade dimulai.

Pasukan AS telah memutar balik 53 kapal, melumpuhkan dua kapal, dan menaiki dua kapal lainnya, kata Komando Pusat dalam pernyataan di media sosial.

Harga makanan dan kebutuhan pokok lainnya meningkat pesat di Iran sejak konflik dimulai pada Februari.

Pada konferensi pers Sabtu, Pezeshkian menyalahkan AS atas kesulitan dalam mengimpor barang-barang kebutuhan pokok.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot