unique visitors counter
⌂ Beranda News KAI Ungkap Kepadatan KRL Jabodetabek 480 Penumpang per Gerbong
News

KAI Ungkap Kepadatan KRL Jabodetabek 480 Penumpang per Gerbong

Ilustrasi penumpang KRL Jabodetabek yang padat pada jam sibuk
KAI Ungkap Kepadatan KRL Jabodetabek 480 Penumpang per Gerbong
A A Ukuran Teks16px

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan kepadatan penumpang KRL Jabodetabek pada jam sibuk bisa mencapai 480 orang dalam satu gerbong.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Bobby menjelaskan satu gerbong KRL memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 3 meter, sehingga luasnya sekitar 60 meter persegi.

Pada jam sibuk, setiap meter persegi area gerbong dapat diisi hingga delapan orang.

"KRL Jabodetabek ini kalau kita lihat panjangnya itu per kereta, per car itu 20 meter. Lebarnya itu sekitar 3 meter.

Jadi rata-rata luasannya itu sekitar 60 meter persegi. Sekarang ini 1 meter persegi itu bisa 8 orang, jadi 400-an, 480," kata Bobby.

Tingkat keterisian ideal yang diharapkan adalah enam orang per meter persegi atau setara 360 penumpang per kereta.

KAI menargetkan perbaikan prasarana dan penambahan armada KRL dapat diselesaikan bertahap hingga 2028.

"Nah, tentunya dengan penambahan sarana, peningkatan prasarana, tentunya bisa kita capai ini. Insyaallah prasarananya kita bereskan sampai 2028," ujar Bobby.

Lintas Rangkasbitung Paling Padat

Data operasional KAI menunjukkan akumulasi kepadatan tertinggi berada di lintas Rangkasbitung dengan okupansi melebihi 160 persen.

Sementara itu, lintas Bogor tercatat sekitar 130 persen dan lintas Bekasi berada pada angka 120 persen.

Kepadatan di lintas Rangkasbitung bahkan sempat menyentuh 12 orang per meter persegi.

Kondisi ini dipicu oleh jarak waktu antarkereta atau headway yang masih berkisar 10 hingga 15 menit akibat penggunaan sistem persinyalan lama.

📰 Update Terbaru