unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Sempat Disetujui DPR, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Akhirnya Dibatalkan: KAI Kejar 23 Trainset Baru Buatan Dalam Negeri
News

Sempat Disetujui DPR, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Akhirnya Dibatalkan: KAI Kejar 23 Trainset Baru Buatan Dalam Negeri

Sempat Disetujui DPR, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Akhirnya Dibatalkan: KAI Kejar 23 Trainset Baru Buatan Dalam Negeri
Kereta yang sedang diproduksi di pabrik PT INKA. INKA menjadi salah satu pemasok KRL baru untuk KAI. (Foto: Kabar Penumpang)
A A Ukuran Teks16px

Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendatangkan KRL bekas dari Jepang resmi kandas. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan tidak ada impor KRL bekas — armada yang dipakai rakyat harus baru.

Pernyataan itu disampaikan Bobby di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Ia menyebut ada delapan rangkaian yang paling mendesak dari total kebutuhan 23 trainset baru, dan pengadaannya akan dipercepat dalam dua sampai tiga tahun.

INKA Jadi Salah Satu Pemasok

Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah mengutamakan industri dalam negeri. PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA disebut menjadi salah satu pemasok KRL baru, sementara peluang kerja sama dengan perusahaan asing tetap dibuka.

Tambahan 23 trainset ini dibutuhkan untuk operasional KRL Jabodetabek yang penggunanya terus melonjak. Rinciannya: tujuh trainset berformasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset berformasi delapan kereta (SF8).

Padahal sebelumnya, KAI sempat mengusulkan impor KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Usulan itu disampaikan langsung oleh Bobby kepada Komisi VI DPR RI dan sempat disetujui, sebelum akhirnya arah kebijakan berubah: bukan kereta bekas impor, melainkan rangkaian baru dengan prioritas produk dalam negeri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru