Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama yang masuk ke ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal ini diwujudkan melalui pengelolaan wakaf tunai secara produktif yang bekerja sama dengan BEI.
>>> 89 SPPG di Kabupaten Tangerang Terancam Ditutup karena Belum Urus SLHS
"Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal.
Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat," ujar Nasaruddin di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Nasaruddin menjelaskan bahwa dana wakaf tidak ditempatkan dalam skema deposito, melainkan dikelola sebagai wakaf produktif.
>>> Simpan 1.785 Butir Obat Keras, Pria di Neglasari Tangerang Ditangkap Polisi
Sebagian keuntungan dari pengelolaan investasi tersebut kemudian dikembalikan kepada umat melalui berbagai program Masjid Istiqlal.
"Kita tidak menggunakan istilah deposito, tetapi wakaf produktif. Sebagian keuntungan dari saham itu dikembalikan kepada umat melalui berbagai program Masjid Istiqlal.
Inilah yang kami paralelkan dengan Bursa Efek," jelasnya.
>>> PGEO Fokus Kejar Kapasitas 1 GW Panas Bumi pada 2028
Menurut Nasaruddin, pengembangan wakaf produktif ini juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.

