Timnas Irak harus puas berbagi satu poin dengan Oman setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup A Piala Teluk Arab "Khaleeji 27".
Duel tersebut digelar di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Hasil ini membuat kedua tim mengoleksi satu poin dari pertandingan pertama fase grup.
Grup A sendiri juga dihuni tuan rumah Arab Saudi serta Kuwait.
Cuaca Panas dan Cedera Jadi Kendala Irak
Penyerang Irak, Ayman Hussein, menilai cuaca panas dan tingkat kelembapan tinggi di Jeddah menjadi kendala utama bagi para pemain.
"Kondisinya sulit, kelembapan tinggi, dan para pemain tidak terbiasa dengan cuaca seperti itu," kata Ayman Hussein kepada saluran televisi Qatar Al-Kass seusai pertandingan.
Selain masalah adaptasi cuaca, skuad Irak juga diterpa badai cedera yang memaksa pelatih melakukan pergantian pemain tidak terencana sepanjang laga.
"Kami mengalami beberapa cedera, dan kami melakukan pergantian terpaksa antara babak pertama dan kedua serta di awal babak kedua, tetapi ini bukan alasan," ujar Ayman Hussein.
Meski menghadapi hambatan teknis dan cedera, Ayman Hussein mengklaim timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.
"Kami tampil cukup baik, dan seharusnya kami bisa mencetak lebih dari satu gol, tetapi keberuntungan tidak berpihak kepada kami, dan inilah sepak bola," tutur Ayman Hussein.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap penampilan skuad Oman yang dinilai mampu memanfaatkan momentum untuk membalas gol dan memaksakan hasil imbang.
"Timnas Oman adalah tim yang bagus dan patut dihormati, dan mereka mampu memanfaatkan peluang serta mencetak gol penyeimbang, sehingga pertandingan berakhir dengan hasil tersebut," kata Ayman Hussein.
"Ini merupakan satu poin yang bagus di awal, dan kami akan berusaha menebusnya dengan kemenangan atas Kuwait," ujarnya menambahkan.
